Langsung ke konten utama

Hati-hati Memilih Ulama sebagai Guru

Muslim di negara ini sedang diuji keimanannya
Pemilihan Presiden berbau konflik dibenturkan dengan agama, Ulama dikriminalisasi, pengajian bila bukan pendukungnya dibubarkan, menolak perbaikan pemahan tentang tauhid, bahkan dibuat agar benci dengan tauhid.
Agama ingin dipisahkan dengan urusan dunia, ingin dipisahkan dengan negara, ingin dipisahkan dengan pengambil keputusan, (ingat zaman Soeharto; pa Harto lengser karena dirasa pa Harto sudah dekat dgn Ummat Islam).
Padahal pa Soekarno dan para Ulamanya sudah merumuskan dasar negara dengan serius dgn menggabungkan berbagai unsur, termasuk unsur agama, dan kita kenal dengan PANCASILA.
Semua ini gara-gara banyak orang muslim menuhankan pikirannya, terlalu cinta dan enggan melepaskan kesombongannya akan akal pikirannya, semaunya AlQuran ditafsirkan, sekehendak hatinya Kitab Suci diterjemahkan, asal sesuai syahwatnya kalam Allah dipaparkan. Sampai-sampai hubungan diluar nikah dinyatakan Halal dan dibuat sebagai desertasi.. gila, sudah begitu diluluskan... edan. Sombong sekali orang-orang liberal ini, seperti iblis saja.
Saatnya kita berpegang pada tali Allah swt, apa itu?, AlQuran dan Sunnah. Belajarlah AlQuran dan Sunnah kepada para Ustadz, Guru, Kiai atau Habib yang lurus.
Apa kriterianya?, kita kutip pernyataan Imam Syafi'i "Nanti di akhir zaman banyak Ulama yg membingungkan ummat, sehingga ummat bingung untuk membedakan dan memilih yang mana ulama yg Warosatul Anbiya (Pewaris Nabi) dan yang mana ulama Suu (Jahat) yang menyesatkan ummat".
Kata beliau melanjutkan,"Carilah Ulama yang paling dibenci orang-orang kafir dan orang munafiq, dan jadikanlah Ia sebagai ulama yang membimbingmu, dan jauhilah ulama yg dekat dengan orang kafir dan munafiq karena akan menyesatkanmu, menjauhi dari keridhoan Allah."
Mari bertahan, bersama kita melawan kedzoliman demi kedzoliman. In syaa Allah, Allah Ta'ala akan memenangkan orang-orang yg benar dan menjalankan perintahNya.
Wa tawaa shawbilhaq Wa tawaa shawbishshobr


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alhamdulillah, Habib Rizieq Shihab Resmi Pulang

Rabu, 4 November 2020 Jakarta - Alhamdulillah wa syukurillah, hari yang sudah lama ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, Imam Besar Habib Rizieq Shihab kembali ke tanah air dan kembali bersama-sama umat tepat di Hari Pahlawan, Selasa 10 November 2020. Habib Rizieq sudah tidak memiliki permasalahan apapun di Arab Saudi. Dokumen kepulangan beliau telah lengkap dan tak menunggu lama beliau pun langsung bersiap pulang ke Indonesia tanah air tercinta.  Dan baru saja diumumkan melalui siaran langsung di channel youtube Front TV, hari Rabu (4/11/2020) pukul 07.15 WIB, bahwa Imam Besar Habib Rizieq Shihab akan pulang ke Indonesia pada hari Senin, 9 November 2020 jam 19.30 waktu Saudi akan terbang ke Indonesia dengan pesawat Saudia dengan nomor penerbangan SV 816. Dan akan tiba di Jakarta hari Selasa, 10 November 2020 pukul 9 pagi di Bandara Soekarno-Hatta di Terminal 3. Habib Rizieq mengatakan setelah mendarat akan langsung pulang ke kediaman beliau di Petamburan. Dan pada hari...

Bersalawatlah Pada Kondisi Apapun

Peringatan Maulid Nabi Maulana Muhammad Saw 1441H kali ini ada yg beda, Habib Hamid bin Helmi Alkhirid dalam memberikan tausiah membawa anak asuhnya yg bernama Akbar. Akbar anak remaja yg punya kebutuhan khusus, dalam istilah kedokteran disebut down syndrome , keadaan dimana seseorang mempunyai kelainan genetik yang menyebabkan penderitanya memiliki tingkat kecerdasan yang rendah, dan kelainan fisik yang khas. Sebagian penderita dapat mengalami kelainan yang ringan, tetapi sebagian lainnya dapat mengalami gangguan yang berat. Akbar dengan ucapan nggak jelas terdengar melantunkan salawat-salawat dengan semangat. Kita yg mendengar hanya akan tahu kalau itu adalah bacaan salawat dikarenakan nada yg dibawakan tidak asing ditelinga para hadirin. Disela-sela lantunan salawatnya, Akbar memberikan suasana segar dengan tingkah lakunya. Setelah aksi dari Sang Akbar selesai, Habib Hamid memberikan penjelasan, bahwa beliau bukan ingin mempermainkan anak dengan kebutuhan khusus sepe...